Sabtu, 18 September 2021

Munafik

Ada orang yang begitu menikmati hidupnya dengan menasehati orang lain. Menceritakan kisah hidupnya yang dulu sukses atau dulu susah. Tidak jarang berbalut dengan dogma agama. Misalnya seperti karena seseorang sukses atau karena dia masih susah tetap tidak lupa untuk sedekah. Maksud dari nasehatnya baik tetapi yang susah adalah konsisten dengan apa yang dikatakan.

Saya pernah dinasehati orang yang menyarankan untuk sering sedekah. Khususnya untuk anak yatim. Selanjutnya jangan lupa sering sedekah minimal sesuai dengan nominal kita makan di hari tersebut "Setiap Hari". Menjalankan hidup sederhana biasa saja tanpa berlebihan. Ya maksudnya baik tetapi yang sulit adalah konsisten dengan ucapan.

Saya pernah dinasehati seperti diatas. Melihat hidup saya yang dinilai tidak baik-baik saja. Setiap hari dinilai suka belanja. Ya itu bagi mereka suatu ide yang buruk. Padahal saya beli sesuatu yang benar-benar saya butuh dan akan terpakai. Beberapa dari yang saya beli adalah barang mahal. Barang mahal dengan kualitas baik sehingga bisa dipakai sampai jangka waktu lama. Tidak pernah mencicil. Bayar cash dengan menabung. Tetapi mereka tidak melihat bagaimana proses saya menabung. Untuk sedekah hal yang berbeda lagi bagi saya. Hal tersebut bersifat privacy dan lakukan dengan ikhlas. 

Waktu pun berlalu. Mereka dengan nasehatnya dan saya dengan sikap saya. Kita lihat siapa yang lebih konsisten dengan sikapnya. Ada yang bertahan dan ada yang gugur. Yang bertahan karena dia tetap konsisten dengan sikapnya. Sedangkan yang gugur kemudian pergi. Kemakan omongan sendiri atau malu dengan sikapnya yang ketahuan melanggar.